Herman HandokoJawa Pos - Senin, 17 Pebruari 2014

Surabaya - Wallaby vom Kapellenberg. Itulah nama yang diberikan Kevin Handoko, 20 kepada german shepherd dog (herder) miliknya. Anjing berbulu hitam kecokelatan itu berdiri gagah menantang matahari setelah mengikuti International Dog Show yang diselenggarakan Perkumpulan Kinologi Indonesia (Perkin) Jawa Timur kemarin.

"Bulan ini usianya genap lima tahun. Saya beli langsung dari Jerman dua tahun lalu," ujar Kevin.

Wallaby merupakan salah satu ras unggul herder yang mencuri perhatian pengunjung pada dog show kali ini. Dengan tinggi 65 cm, anjing yang telah mencapai level Hipo 3 itu bersaing dengan 31 anjing lain dalam kategori trah anjing gembala Jerman grup 1.

Berstatus sebagai mahasiswa jurusan arsitektur di salah satu universitas swasta di Surabaya, Kevin menunjukkan kecintaannya dengan mendesain kamar khusus buat Wallaby. Untuk merawatnya, Kevin dibantu seorang profesional yang telah berpengalaman melatih herger selama 20 tahun.

"Anjing herder itu sangat pintar, gagah, friendly dan berkelas. Penciumannya andal untuk melacak sesuatu atau menyerang, juga sangat patuh pada tuannya. Teman sekaligus penjaga yang baik," ujar pemuda yang juga peternak koi dan bonsai itu.

Hingga saat ini, Wallaby telah menghasilkan sekitar 200 - 300 ras unggul. Banyak di antaranya berada di Jerman dan sebagian kecil di Indonesia. International Dog Show yang dihelat tahun ini diikuti 278 peserta dan menitikberatkan pada penilaian struktur anatomi. Mulai gigi, testis, tulang, hingga cara berjalan atau berlari.

"Anjing yang diikutkan dalam kompetisi ini adalah ras unggul terbaik yang berharga ratusan juga bahkan miliaran rupiah," ujar Singky Soewadji, ketua Perkin Jawa Timur, di sela-sela acara di area Ritz Golf Pakuwon Indah kemarin (16/2). Pada perlombaan itu, Wallaby kembali menempati peringkat pertama dalam kategori anatomi.